Di rumah, di kamar atas — dipotret oleh Galih Satriaji *)
Kamas Muhammad | kamas@lc.vlsm.org

Berbahasa Indonesia

Ditulis pada tanggal 22 Oktober 2009

Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan Bahasa Indonesia makin lama makin buruk, makin rusak, dan kini penggunaan bahasa baku menjadi sesuatu yang sedikit banyak terasa “aneh”. Cukup ironis memang, bahasa yang sedianya difungsikan untuk menyatukan komunikasi ratusan etnis dan budaya di Indonesia dalam kesehariannya telah dirusak oleh kita sendiri, orang-orang Indonesia. Kerusakan ini tidaklah sederhana, kawan. Mulai pembicaraan spele di warkop, teks SMS yang sudah mirip dengan hasil enkripsi, sampai pada pertemuan-pertemuan tingkat agak tinggi yang sering kita lihat di televisi.

Itu belum termasuk singkatan-singkatan yang dibuat sekenanya, yang seringkali memaksa kita harus berpikir keras untuk mengerti apa yang ditulis. Salah satu contoh yang belum lama ini muncul adalah penggunaan “x” untuk mengganti “nya”. Syukurlah ternyata bukan saya saja yang merasa begitu. Simak pembicaraan iseng dengan kawan saya pagi ini:


(07:46:57 AM) bebekwaru: takon ton
(07:46:58 AM) bebekwaru: oleh ra?

*sensor, berunsur pornoaksi*

(07:47:44 AM) boyxez: oleh2
(07:47:47 AM) boyxez: opo kok
(07:47:55 AM) bebekwaru: emm.. ndak penting sih :-S
(07:47:57 AM) bebekwaru: ngene…
(07:48:15 AM) boyxez: piye2
(07:48:20 AM) bebekwaru: nang beberapa kalimat, aku menangkap bahwa "waktux, anakx, orangx" kuwi diwoco "waktunya, anaknya, orangnya"
(07:48:27 AM) bebekwaru: opo toh hubungane "x" karo "nya"?
(07:48:34 AM) boyxez: lha yo iku
(07:48:44 AM) boyxez: aku dewe gak paham kalo singkatan2e arek2 saiki
(07:48:48 AM) boyxez: mosok x = nya
(07:49:01 AM) boyxez: goblok kok ancene arek2 saiki iku
(07:49:18 AM) boyxez: bahasa indonesiane bijine elek2 paling yoh
(07:49:29 AM) boyxez: mosok ndak diajari nggawe singkatan yang baik dan benar :P
(07:49:30 AM) boyxez: hehehehe
(07:49:39 AM) boyxez: gurune guduk pak pras seh…
(07:49:42 AM) boyxez: kekekekekeke

*sensor, berunsur pornografi*

(07:52:56 AM) boyxez: hehehe ikulah handale wong saiki kam… x = nya kan handal
(07:53:11 AM) bebekwaru: handal nyik mu nyuk :P
(07:53:19 AM) boyxez: kakakaka…..
(07:53:24 AM) boyxez: lha buktine
(07:53:34 AM) boyxez: jadi bahasa std berkomunikasi
(07:53:44 AM) boyxez: masio kadang wong seng ndak ngeh yo ndak mudeng :))
(07:54:13 AM) boyxez: kawitane aku yo poseng kenek arek sms opo ngemel katek x x x suwi2 yo tak jar no
(07:54:42 AM) boyxez: gak penting yen digoleki asal usule iso loro kabeh awak gara2 ukoro ndak jelas blas model ngono :))

Pada tingkat yang sedikit lebih tinggi, entah bagaimana ceritanya, kata “kita” seolah menjadi berarti sama dengan “kami”. Dalam salah satu tulisan kawan saya yang saya kutip di sini, tampak sangat jelas perbedaan antara “kita” dengan “kami”.

kata "kita" merupakan kata ganti subjek majemuk dimana orang kedua termasuk dalam subjek

kata "kami" merupakan kata ganti subjek majemuk dimana orang kedua tidak masuk dalam subjek

Jadi seperti ini contohnya:

A berbicara kepada B –> kita adalah blogger
maka A dan B adalah bloger

A berbicara kepada B –> kami adalah blogger
maka A dan teman-temannya adalah bloger, sedangkan B belum tentu

Belum lagi penggunaan kata “secara” yang menggantikan kata “karena”, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Saya sadar bahwa tulisan semacam ini jumlahnya sudah banyak. Para penulis mulai tingkat tinggi sampai tingkat rendah dari berbagai latar belakang sudah banyak yang prihatin terhadap keadaan ini. Pertanyaannya: Seberapa tinggikah tingkat keprihatinan yang diperlukan untuk "kembali ke jalan yang benar"?; Atau mungkin adakah yang mau mengira-ngira: Pada tahun berapakah Bahasa Indonesia hilang dari muka bumi?

 

 

Timpalan tulisan

Arief Yudhawarman - 7 Dec 2009

Mas Kamas, saya mau nanggapi artikel yang dulu sekali pernah anda buat.
http://sokam.or.id/artikel/iptables-mrtg.html
Saya mau komentari ndak bisa krn ndak disediakan kolomnya di situ. Saya mau komentar karena barusan saya coba dan lucunya grafiknya jalan dari kiri ke kanan. Hehehehe... Setelah ubek2 manual MRTG, rupanya ada option yg nampaknya perlu ditambah:
Options[myrouter]: growright, bits
Itu aja mas.

 

Timpali tulisan

Nama
Komentar
  [Kode Huruf] Ndak bisa dibaca? klik di sini.
  Tuliskan kode di atas di isian ini:
Seharusnya situs ini kelihatan bagus kalo anda lihat menggunakan layar monitor
Kalau dilihat dari kuku jempol... Ah... Dunia khayal...

Ha? Apa? XHTML? Halah prek! Gelem wacanen, ndak gelem tinggalen :P